Tiap kali rindu menghinggapi benak fikirku, seperti rengkuhan temaram malam yang menyusup kebilik-bilik terkunci.
Hanya namamu yang kuteriakkan kuat-kuat, walau habis suara ini menjerit, walau tenggorokan kian kering berkerak.
Aku tahu engkau hanyalah buah mimpiku, karenanya aku titipkan rindu abadi untukmu.
Kurangkul erat bayangmu, karena dirimu bukanlah milikku.
Aku rela menggugurkan air mata demi melihat engkau tersenyum bahagia,
karena kutahu senyummu untuk diriku walau nyatanya engkau bercanda
dengan yang lain.
Walau aku tak bisa menjagamu, namun hatiku akan tetap dan selalu
terjaga untukmu, rindu yang aku punya abadi untukmu, kuukir indah dengan
namamu dialtar hatiku.
Disini… aku akan terus menanti sampai datang founa berganti dan
biarpun terbujur tulangku ini, karena inilah keindahan rinduku untukmu
walau mungkin tak dapat engkau rasakan sendiri….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar