Terkutuklah aku mencintaimu
Karna aku bukanlah yang terpilih
Sedang aku menghinakan diri padamu
Malaikat pun tak mampu menulis Dalam garis takdir yang ada
Karna ia akan dicambuk bila mendustai tuannya
Engkau seperti bintang di langit
Aku selalu melemparimu untuk jatuh
Tapi batu itu kembali memukulku
Aku menangis kau hanya membisu
Kau tertawa aku terpaksa mendengar
Benar-benar terkutuk aku!
kalau tak mau bercinta denganku
Tak perlu kau meludah sampai aku tenggelam
Bunuh saja aku!
Bagiku cinta adalah engkau
Dan bagimu cinta adalah kepuasan
Sedang aku selalu lemah di depanmu
Andai saja ada dunia
Dimanapun...
Dan dirimu tiada...
a'Bud
Kamis, 15 Agustus 2013
Terkutuklah Aku
Simfoni Hitam
Malam sunyi kuimpikanmu
Kulukiskan cita bersama
Namun s’lalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun s’lalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu
T’lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T’lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T’lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Bila saja kau di sisiku
‘Kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu
Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu….
T’lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Kulukiskan cita bersama
Namun s’lalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu
Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun s’lalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu
T’lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T’lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T’lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Bila saja kau di sisiku
‘Kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu
Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu….
T’lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu
Senin, 12 Agustus 2013
Doa Untuk Ibuku
Aku tak tau apa yang harus kulakukan tanpa dia
Dia yang selalu mengerti aku
Dia yang tak pernah letih menasehatiku
Dia yang selalu menemani
Dialah Ibu
Orang yang selalu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa
Aku hanya seorang manusia lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang lebih dari apapun
Engkau sangat berharga bagiku
Walaupun engkau selalu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduli denganku
Ya Allah,,
Berikanlah kesehatan pada ibuku
Panjangkanlah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
Sebelum aku atau dia tiada
Terimakasih Ibu
Atas apa yang telah kau berikan padaku
Aku akan selalu menyanyangimu
Dia yang selalu mengerti aku
Dia yang tak pernah letih menasehatiku
Dia yang selalu menemani
Dialah Ibu
Orang yang selalu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa
Aku hanya seorang manusia lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang lebih dari apapun
Engkau sangat berharga bagiku
Walaupun engkau selalu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduli denganku
Ya Allah,,
Berikanlah kesehatan pada ibuku
Panjangkanlah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
Sebelum aku atau dia tiada
Terimakasih Ibu
Atas apa yang telah kau berikan padaku
Aku akan selalu menyanyangimu
PEDIH
Malam yang sunyi
Sayup terdengar lagu cinta
Begitu menyentuh…..
Membuatku larut
Dan teringat dirimu…..
Sekian lama ku menahan rasa
Sekian lama ku coba melupakan semua
Bayangmu dan semua tentangmu
Cintamu dan semu mimpiku
Pedih terasa hati ini…..
Tatkala harus menerima
Sebuah kenyataan yang ada
Bahwa Cinta itu hanya mimpi semata
Ku terpekur dan meratapi….
Mungkin kering sudah air mata ini
Entah kapan kepedihan ini berakhir
Entah sampai kapan Cinta bisa ku gapai
Saat kepedihan begitu meraja
Hati ini tak kuasa menahan rasa
Bahwa hanya kamu yang kini ku cinta
Hanya kamu yang kini bertahta…..
Di singhasana hatiku……
Sayup terdengar lagu cinta
Begitu menyentuh…..
Membuatku larut
Dan teringat dirimu…..
Sekian lama ku menahan rasa
Sekian lama ku coba melupakan semua
Bayangmu dan semua tentangmu
Cintamu dan semu mimpiku
Pedih terasa hati ini…..
Tatkala harus menerima
Sebuah kenyataan yang ada
Bahwa Cinta itu hanya mimpi semata
Ku terpekur dan meratapi….
Mungkin kering sudah air mata ini
Entah kapan kepedihan ini berakhir
Entah sampai kapan Cinta bisa ku gapai
Saat kepedihan begitu meraja
Hati ini tak kuasa menahan rasa
Bahwa hanya kamu yang kini ku cinta
Hanya kamu yang kini bertahta…..
Di singhasana hatiku……
I MISS YOU
Berawal dari perkenalanan yang singkat di malam itu, tergambar jelas kau nampak ramah dan kesan yang aku dapat adalah kamu wanita yang ku dambakan atau mungkin dambaan semua orang, keramahanmu, senyumu, dan matamu yang indah, dengan berjalanya waktu, kebersamaan yang telah tercipta diantara kita, ku masih merindukanmu sampai sekarang, tapi kenapa kamu berubah?
apa hanya perasaanku saja, tapi teman dekat mu juga merasa kamu berubah
aku masih igin mengulang waktu indah bersamamu, dan semua kenangan itu
tapi aku sadar, aku mungkin bukan siapa-siapa kamu, aku terlalu mendambakanmu, dan saat ini aku sadar mungkin aku tak pantas untukmu,,
tak ada kata mutiara yang sanggup menggambarkan semua tentangmu,,
cukup aku saja dan ALLAH yang tau,,
dan biarkan waktu yang menjawab semuanya
I Miss U
apa hanya perasaanku saja, tapi teman dekat mu juga merasa kamu berubah
aku masih igin mengulang waktu indah bersamamu, dan semua kenangan itu
tapi aku sadar, aku mungkin bukan siapa-siapa kamu, aku terlalu mendambakanmu, dan saat ini aku sadar mungkin aku tak pantas untukmu,,
tak ada kata mutiara yang sanggup menggambarkan semua tentangmu,,
cukup aku saja dan ALLAH yang tau,,
dan biarkan waktu yang menjawab semuanya
I Miss U
Minggu, 11 Agustus 2013
DOAKU
Kereguk segelas jeruk hangat
Berharap menghilangkan penat
Ah…rasa masam dan manis yang bersatu
Dapat sejenak membuatku melupakan waktu
Kekasihku…
Dialah nafasku
Sahabatku…
Merekalah ragaku
Tuhan…
Dia wanita yang tertanam rusukku
Dengan nafasnya aku hidup
Dengan mata hatinya aku melihat dunia
Tolong satukan kami selamanya
Seperti Bulan dan Bintang
Seperti Adam dan Hawa
Biarkan kisah cinta kami kekal abadi
Tuhan…
Dia yang mengisi hariku
Mendengarkan keluh kesahku
Kami saling berbagi cerita suka dan duka
Kami saling menopang dan memberikan
semangat dalam berbagai cobaan hidup
Biarkan persahabatan kami kekal abadi
Tuhan….
Janganlah pisahkan aku dari kasihku dan
sahabatku
Karena Kasihku….
Adalah nafasku
Karena Sahabatku….
Adalah ragaku
Berharap menghilangkan penat
Ah…rasa masam dan manis yang bersatu
Dapat sejenak membuatku melupakan waktu
Kekasihku…
Dialah nafasku
Sahabatku…
Merekalah ragaku
Tuhan…
Dia wanita yang tertanam rusukku
Dengan nafasnya aku hidup
Dengan mata hatinya aku melihat dunia
Tolong satukan kami selamanya
Seperti Bulan dan Bintang
Seperti Adam dan Hawa
Biarkan kisah cinta kami kekal abadi
Tuhan…
Dia yang mengisi hariku
Mendengarkan keluh kesahku
Kami saling berbagi cerita suka dan duka
Kami saling menopang dan memberikan
semangat dalam berbagai cobaan hidup
Biarkan persahabatan kami kekal abadi
Tuhan….
Janganlah pisahkan aku dari kasihku dan
sahabatku
Karena Kasihku….
Adalah nafasku
Karena Sahabatku….
Adalah ragaku
INIKAH AKHIR SEBUAH CINTA
Mungkin.......
mentari pagipun tak akan
mampu mengelaknya
Anginpun tak dapat lagi
berhembus mesra
hujanpun tak meneteskan airnya
Tertawapun sulit dirasa
Malam,petang,gelap gulita
tak ada lagi seberkas cahaya cinta
Hati ini tak mampu lagi tertawaa
Mata ini tak lagi merasa
Bibirpun tak lagi menyua
Beginikah akhir sebuah cinta????
Rasa yang dulu indah berbunga
Memancarkan cahaya warna-warni rasa
Yang kini tak dapat lagikurasa
"Dulu..."
Janji itu terucap dan terikat
Kini.............
Janji itu tercuat untuk terpenjerat
Apakah ini semua harus berakhir??
Apakah tak ada lagi rasa???
Apakah tak ada lagi cinta??
Apakah tak ada lagi janji setia???
"Pasti...."
Kau akan menjawabnya YA
"Tapi..."
Terimakasih kau telah
memberikau arti sebuah cinta...
yang berawal dari kasih nan mesra
yang akan berakhir dengan
sakit yang merana....
mentari pagipun tak akan
mampu mengelaknya
Anginpun tak dapat lagi
berhembus mesra
hujanpun tak meneteskan airnya
Tertawapun sulit dirasa
Malam,petang,gelap gulita
tak ada lagi seberkas cahaya cinta
Hati ini tak mampu lagi tertawaa
Mata ini tak lagi merasa
Bibirpun tak lagi menyua
Beginikah akhir sebuah cinta????
Rasa yang dulu indah berbunga
Memancarkan cahaya warna-warni rasa
Yang kini tak dapat lagikurasa
"Dulu..."
Janji itu terucap dan terikat
Kini.............
Janji itu tercuat untuk terpenjerat
Apakah ini semua harus berakhir??
Apakah tak ada lagi rasa???
Apakah tak ada lagi cinta??
Apakah tak ada lagi janji setia???
"Pasti...."
Kau akan menjawabnya YA
"Tapi..."
Terimakasih kau telah
memberikau arti sebuah cinta...
yang berawal dari kasih nan mesra
yang akan berakhir dengan
sakit yang merana....
Langganan:
Postingan (Atom)
