Seperti burung yg terbang dengan satu sayap Mampu melintas awan, tapi dengan rasa sakit yg tak tertahan Seperti gelap malam yang hanya di temani bulan, tanpa bintang. Tanpa rasi yg membentuk gugusan-gugusan indah Mampu temani jiwa-jiwa sepi meski tanpa keindahan sempurna
Seperti mentari yg kekurangan cahaya Tak mampu menghangatkan meski mampu tuk sedikit menerangi Seperti aku yang kehilangan setengah nyawa Masih mampu berdiri meski raga terlalu rapuh Terselip segumpal luka dalam senyumku Kehilangan yang teramat perih, perih, perih dan sangat perih Tersiksa batin, tersiksa hati, tersiksa seluruh jiwaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar