--> ’/>
Powered By Blogger

Jumat, 09 Agustus 2013

Belenggu Jiwa

kami bermain, tertawa dalam canda
masa kini adalah surga
meski masa nanti adalah mimpi
tapi kami tetap tertawa
seakan tak ingin kehilangan rasa yang membara
lalu ketika belenggu kondisi bicara
dengan lantangnya berkata “tidak bisa!”
kami terdiam
hati perih, mata basah
tapi mulut cuma bisa diam
dan kaki kaki yang berat terseok menjauh
hati tertinggal di tempat terakhir kali kami berjumpa
entah apa di depan sana
berjalan saja meski luka terus menganga
karena kami tau yang dikatakannya
memang tidak bisa
tapi yang sejati
tak kan pernah terganti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar